Selasa, 28 Juni 2022

Cerita Anekdot

Anekdot merupakan  sebuah cerita singkat dan lucu dan menarik, biasanya Anekdot Sendiri lebih menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Bahkan Anekdot selalu dikaitkan dengan tanggapan terhadap fenomena sosial. Baik berupa politik, sosial, budaya dll.

Contoh teks Anekdot 
Karya : Intan Nur Fauziah Saputri

Sandal jepit

Pagi itu Nurin mengantarkan anaknya yang ingin berangkat sekolah. Karena jarak yang terlalu dekat Maka seperti biasanya Nurin tak pernah pakai helm bahkan dia Sendiri mengantar adiknya Masih memakai daster seperti biasanya. Sebab ternyata pagi ini merupakan pagi yang menjengkelkan bagi Nurin Karena hanya masalah memakai sandal jepit Nurin kena tilang. 

"Mbak minggir dulu ya" ucap polisi sambil memberhentikan sepeda Nurin 
"Iya Pak? Saya salah apa ya ini bukannya Jalan sempit masa Saya Harus Makai helm dll"

" Jadi gini mbaknya Kan udah tau kalau ngelanggar ditambah mbaknya memakai sandal jepit Maka Dari itu, Saya tilang mbak silahkan sepedanya di pinggirkan saya Akan buat surat peringatan ya ..." Ujar polisi 
"Gimana sihh ini masalah sepele hanya di Jalan sempit ada aja" gumamku 

 Sampai akhirnya saya harus berhenti dan anak saya harus telat berangkat ke sekolah 
" Kak.. Ini udah jam tujuh lebih kita masih lama kah?" Tanya anakku sembari menarik daster

"Oke mbak ini Surat peringatannya" ujar polisi yang lain sambil terkejut
"Ohhh..... Jadi mas ga mau bela istrinya ya..... Seenaknya nilang orang ga tau ta? Ini Anak siapa ?... Ini Anak kamu Jadi telat berangkat sekolah cuma gara gara sandal jepit awas aja sampai rumah Nanti" ucapku sambil melotot

"Ehh maa... bukan aku yang nilang temenku kenapa malah Aku yang disalahin" 
"Gak peduliii.... Nanti malam tidur Sendiri" (sambil menyalakan sepeda motor)

"Hadeh sandal jepit, sandal jepit cape dehh" 


Tamat..........






Proposal MA RISET 2022

KORELASI PENYIMPANGAN “JIPON” TERHADAP PENERAPAN AL-QURAN SURAT AL-AHZAB AYAT 59 di MAN 1 PASURUAN

Latar Belakang Masalah 

    Jilbab merupakan simbol dari pakaian wanita Islam yang dianggap dapat memenuhi kriteria menutup aurat. Meskipun para ulama Madzhab masih berbeda pendapat dalam menetapkan batasan aurat. Memakai jilbab adalah kewajiban bagi kita sebagai seorang muslimah. bukan hanya itu Jilbab sebagai media atau bahan untuk membatasi seoarang muslimah dari pandangan lawan jenis yang berakibat menimbulakn syahwat, bahkan dengan perantara jilbab kita sebagai wanita muslimah mampu menjaga kehormatan dan harga diri kita. Penggunaan jilbab juga dijelaskan dalam hukum Islam untuk perintah menggunakan jilbab yang sesuai dengan syari’at Islam. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai berbagai jenis model jilbab bahkan trend penggunaan dalam berjilbab. Dalam konsep tersebut pasti di sekitar kita kerap menjumpai berbagai permasalahan seperti penggunaan jilbab yang dipandang kurang sesuai dengan syariat islam seperti permasalahan yang ada di Man 1 Pasuruan yang berupa penggunaan “jipon”. Jipon merupakan singkatan dari jilbab poni dimana penggunaan jilbab yang lebih mengutamakan pada terlihatnya rambut bagian atas. Padahal penggunaan jilbab yang sesuai syariat Islam adalah lebih diutamakan untuk menutupi aurat.
       Dengan adanya permasalahan penyimpangan “jipon” dapat dirujuk pada Al-quran surat al-ahzab ayat 59 yang memilki pengertian mengenai perintah untuk seorang kepala rumah tangga memerintahkan istri dan anak perempuan atau wanita muslim lainnya untuk menggunakan jilbab agar mampu menutup aurat dengan cara menjulurkan jilbab ke seluruh tubuh agar tidak menjadi daya tarik bagi lawan jenis dan mampu menjaga kehormatan mereka agar tidak mudah diganggu. Seperti yang tertera pada terjemah al-quran surah al-ahzab ayat 59 yang artinya “Katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu serta istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." setelah mengetahui terjemah dari surat al ahzab ayat 59 tersebut dapat disimpulkan bahwa perintah untuk menggunakan jilbab bagi semua wanita muslimah baik anak perempuan maupun orang dewasa serta juga dijelaskan untuk menggunakan jilbab sebagai media penutup aurat. Tata aturan penggunaan jilbab juga tertera di dalam beberapa hadits mengenai penggunaan jilbab yang sesuai dan dibenarkan dalam hukum islam seperti menjulurkan jilbab untuk menutup bagian dada, menggunakan jilbab untuk menutup rambut dan leher serta menggunakan jilbab agar terjaga kehormatannya setta terhindar dari hal yang buruk.
     Dari munculnya permasalahan mengenai penggunaan jilbab ternyata perlu adanya perbandingan untuk mengetahui penggunaaan jilbab yang sesuai dalam Al- quran dan hadist sehingga penggunaan jilbab poni yang di gunakan oleh beberapa siswi di Man 1 Pasuruan perlu adanya penelitian untuk mengetahui, apakah penggunaan jilbab poni tersebut sudah sesuai dengan penerapan Al Quran Surah al-ahzab ayat 59 atau belum.
Oleh karena itu dari munculnya permasalahan yang ada Penulis ingin meneliti mengenai “Korelasi Penyimpangan Jipon Terhadap Penerapan Al-Quran Surat Al- Ahzab Ayat 59 di Man 1 Pasuruan”


Kata kunci: korelasi, Penyimpangan “jipon”, Al-Quran Surat Al -Ahzab ayat 59, Man 1 Pasuruan


Cari proposal disini ya🙌


Selasa, 21 Juni 2022

Contoh Pentigraf


Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono. Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih 


Adapun ciri ciri Pentigraf yaitu :

1. Memilikki 3 paragraf. Sesuai dengan namanya, pentigraf hanya memilikki 3 paragraf saja. Apabila lebih dari itu tidak dapat dikatakan sebagai pentigraf, melainkan cerita pendek. Dan Panjang pentigraf kurang lebih  210 kata. 

2. Satu paragraf terdapat satu gagasan, biasanya dalam masing masing paragraf memuat beberapa struktur pokok seperti perkenalan, proses terjadinya peristiwa, dan penyelesaian masalah.

3. Memilikki unsur unsur cerita seperti biasanya, yaitu tokoh, alur, setting, sudut pandang yang menyerupai pembuatan cerpen.






Contoh Dari Pentigraf

PERJUANGAN 
Oleh Intan Nur Fauziah Saputri 


Bertahun-tahun aku menjalani sebuah hubungan yang sedang menanti sebuah kepastian, dia yang serasa begitu mencintai Karena perihal kecil sikapnya pun berubah tak seperti dulu lagi. Pahit getirnya perjuangan sudah banyak terlalui hampir tiap Hari berbagai cerita suka dan duka dan mengharuskan waktu bersama. Aku bersyukur memilkinya meski sekarang aku Tak pernah tahu cintanya Masih tetap untukku lagi atau sudah Purna.


Malam itu aku Tak pernah tahu lisanku yang berkata itu, hampir Tak punya Hari lagi beraninya aku menyakiti perasaannya bahkan Kata putus sudah terlontar di lisannya sampai aku diam tak berkutik Karena ucapnya. Banyak sekali kisah yang kita lalui meski hanya Karena Satu kesalahan itu bagi dia aku sudah Tak berarti lagi, "kita sudah tak punya hubungan lagi kecuali pertemanan" ujarnya yang sampau detik ini aku ingat 


Aku hanya berdoa dan berjuang sebagaimana mestinya Karena apapun yang Aku lakukan sudah Tak seperti dulu lagi. Semoga perjuangan ini menjadikan kisah-kisah yang selama ini Ada Tak terusik Oleh kecaman sebuah janji. 


Bangil, 21 Juni 2022


Terimakasih.....

Kamis, 16 Juni 2022

CONTOH PROSA

Prosa merupakan karya sastra yang di sampaikan dalam bentuk cerita menggunakan narasi (Bentuk Cerita) pengarang atau penulis biasanya memasukan pengalamn atau kejadiannya dalam bentuk dialog atau prolog tampa memperhatikan larik, majas, dan baitnya melainkan terlepas dari semua itu.


CONTOH PROSA


Sekali lagi aku mengerti arti sebuah kehilangan dan Tuhan sudah menunjukkan

Rasa yang membuatku mengerti Akan sebuah penantian panjang
Penantian yang membuat cintaku makin besar

Bahkan sulit untuk di hilangkan 
Belajar memahami dan mengerti sudah tak asing lagi bagi pasangan yang memiliki dua hati

Tak hanya itu cinta yang makin membawaku pada kegelapan
Membuatku takut, takut akan cintaku yang terlalu besar daripada cinta terhadap sang Pencipta 
Kenangan yang terlalu banyak ditorehkan membuatku lupa dan menyadarkan 
Bahwa Cinta Tak sepantasnya diperjuangkan sebelum menuju arti kehalalan
Biarkan cinta menjadi  pintas jalan yang membawaku  menuju Ridho-Mu
Bukan justru menjerumuskan aku dan kamu




Bangil, 15 Juni 2022
Finally, soalnya kemarin ada yang nyuruh buat prosa 😁

CONTOH ARTIKEL

Who Z Generation?



      Asalamulaikum sobat setia redaksi gimana nihh kabarnya? Semoga selalu diberikan Kesehatan dan kemudahan ya amiiiinnn…. Kali ini mimin mau bahas   artikel mengenai  generasi Z , dimana kerap Kali  kalian dengar terutama Kata  generasi Z di era digital seperti ini. Ohh iya mimin mau tanya kalian tahu ngakk apa itu generasi Z? Generasi Z atau generasi pascamilenial merupakan sekelompok manusia termuda di dunia saat ini, kebanyakan dari Mereka lahir pada tahun 1995 hingga 2010
Kata generasi Z muncul dari Dalam teori generasi yang dikemukakan Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, yang mengelompokkan generasi manusia berdasarkan tahun kelahirannya, seperti Generasi Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y, dan Generasi Z.

       Generasi Z memilki peran penting dalam era Society 5.0 karena mereka hidup di arus perkembangan yang berbasis digital, bahkan dalam kehidupan sehari-hari mulai mulai dari belajar, bekerja, bahkan berinteraksi semua menggunakan teknologi maka sebab itu kita harus pandai memanfaatkannya dengan baik. kebanyakan Generasi Z  dituntuk untuk mampu mengoperasikan teknologi karena mereka lahir di era digital sehingga mau tidak mau mereka harus mampu menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya.
     Di masa pandemi seperti ini kerap di hadapkan dengan tantangan generasi untuk bisa mengoperasikan teknologi serta mampu bertahan terutama di masa  pandemi yang masih belum usai bukan hanya itu juga kita sebagai generasi  harus mampu memberikan daya saing yang baik untuk mencetak generasi digital yang unggul baik di bidang ekonomi, sosial,  budaya terlebih di bidang Pendidikan.
       Oleh Karena  itu dapat disimpulkan bahwa kita harus menjadi generasi Z sebagai digital talent, pelaku usaha sekaligus sebagai potensi dasar mencetak generasi unggul serta mampu mengoperasikan pengendalian teknologi untuk mendukung digital entrepreneur dan meningkatkan konektivitas sebagai backbone ekonomi digital, meski kita yang lahir di era non digitalisasi kita harus memiliki tekat mau belajar dan berusaha. 
Demi menjadikan bangsa yang maju dan berkembang  





Sekian .... 
Terimakasih  semoga bermanfaat  
Wassalamulaikum wr. Wb

 salam redaksi di tulis Oleh INTAN NUR FAUZIAH SAPUTRI pukul 23. 32 WIB 

CONTOH ARTIKEL


Be a Golden Milenial


Assalamualaikum ketemu lagi nih sama mimin gimana masih semangat gakkk? Semangatt lah masa nunggu semangat dari ayang heheheheh…..
Kali ini mimin mau bahas generasi milenial dari kalian pasti kenal Namanya generasi emas? Iyapp generasi yang mampu bersaing dan menjadi Sumber Daya manusia yang unggul, Nahhh dari kalian gimana sihh caranya menjadi generasi milenial ini mimin mau ngasih arahan cara menjadi generasi milenial terutama menghadapi masa pandemi saat ini:

1. Mampu bersaing dengan sehat seperti mengikuti perlombaan yang diadakan di sekolah maupun luar sekolah, karena dengan kita mengikuti lomba kita mampu belajar bagaimana bersaing yang baik dan benar
2. Mencari pengalaman serta wawasan pengetahuan agar kita selalu menjadi generasi yang tidak hanya “norobuntek” melok melok, teman kita kesini kita ikut kesini jadi, sebagai generasi milenial harus punya prinsip dasar agar tidak ikut-ikutan sama seperti yang lainnya.
3. Tetap optimis Ketika menghadapi kegagalan, karena kita harus punya landasan bahwa kegagalan merupakan awal dari segalanya bukan akhir dari segalanya
4. Mempunyai karya, karena kita dituntut untuk mampu berkaya tampa kita mempunyai  karya, dengan mudah sekali  kita akan tergantikan oleh teknologi canggih Oleh Karena itu berkarya sangatlah penting  terutama di era  digital seperti ini
5. Memperbaiki nilai moral, karena sejatinya generasi yang baik bukan terletak pada seberapa pandai mereka mengoperasikan sesuatu.
 Melainkan  banyak sekali orang pandai Namun, kebanyakan kehilangan sikap  bertanggung jawab, mengedepankan kejujuran serta mendahulukan  akhlaknya.

              Dari beberapa prinsip diatas  jika hal ini terjadi maka rusaklah moral bangsa kita. karena bangsa yang besar dan maju terletak pada GENERASI didalamnnya.
Bagaimanapun kita harus menjadi generasi milenial yang baik dan bermoral agar menciptakan bangsa yang unggul dan berkembang. Pesan Dari penulis Semoga kita bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berkontribusi, berinovasi, dan berkontribusi dalam Hal apapun juga.


Oke sekian .. terimakasih wassalamulaikum wr. wb

salam redaksi …..
Ditulis Intan Nur Fauziah Saputri pukul 23.11 WIB 

KORELASI PELAKSANAAN RUKHSAH SALAT FARDU TERHADAP PERILAKU PASIEN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI KECAMATAN BANGIL-PASURUAN

A. LATAR BELAKANG.


Pada 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mengkonfirmasi adanya kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Cina. Kemudian7 Januari 2020 pemerintah Cina pa Cian telah mengkonfirmasi adanya virus baru yang disebut dengan virus Corona yang merupakan famili dari virus flu seperti virus Savere Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya mengumumkan dua kasus pasien positif COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020. Tanggal 21 Agustus 2020 pukul 09:00-10:30 satgas COVID-19 kabupaten Pasuruan mengumumkan ada beberapa orang yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona khususnya daerah kecamatan Bangil yang menyebabkan mereka harus dikarantina atau isolasi, baikmandiri maupun dirawat di Rumah Sakit.
Isolasi adalah memisahkan individu yang sakit, baik yang sudah dikonfirmasi laboratorium atau memiliki gejala COVID-19 dengan masyarakat luas yang bertujuan untuk mencegah penularan. Sedangkan, karantina merupakan upaya memisahkan individu yang sehat atau belum memiliki gejala COVID-19,tetapi memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi COVID-19. Kedua upaya tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit pada saat pertama kali mengalami gejala.
Karantina atau isolasi dapat dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing atau di tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah. Kriteria untuk karantina atau isolasi mandiri yaitu pendatang atau pemudik dan keluarganya yang mampu melaksanakan ketentuan pelaksanaan karantina atau isolasi mandiri serta masyarakat mau menerima dan menyetujui pelaksanaan karantina mandiri. Secara medis memenuhi syarat untuk karantina atau isolasi mandiri, sedangkan jika tidak mampu memenuhi hal tersebut, harus dilakukan karantina atau isolasi di fasilitas khusus.1
Berdasarkan uraian tersebut, peneliti mengfokuskan kepada kriteria isolasi secara medis atau rawat inap di rumah sakit dengan fasilitas khusus. Adapun fasilitas khusus untuk pasien COVID-19 masuk ke dalam tipe N Class, yakni digunakan untuk pasien yang membutuhkan isolasi airborne contohnya TBC.
Melihat kondisi tersebut, bagi pasien muslim akan mengalami kesulitan dalam melakukan ibadah salat fardu dikarenakan kondisi pasien tidak bisa bersuci dengan sempurna dan tidak dapat melaksanakan salat dengan gerakan pada umumnya. Sehingga ada kemudahan dalam pelaksanaan salat. Hal ini dikarenakan Syariat Islam dibangun di atas dasar ilmu dan kemampuan orang yang dibebani. Tidak ada satu pun beban syariat yang diwajibkan kepada seseorang di luar kemampuannya. Oleh karena itu, apabila pasien tidak dapat melakukan ibadah salat dengan berdiri, maka diperbolehkan shalat dengan duduk. Jika masih tidak mampu untuk melaksanakan salat dengan duduk, maka salat boleh dilakukan dalam keadaan berbaring dengan isyarat kedipan mata.Hal yang demikian, disyariatkanlah rukhsah.Dari masalah tersebut peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul “ Rukhsah Salat Fardu bagi pasien COVID-19”


Full PDF di sini ya gaysss LKTI

PROBLEM SOLVING INTENSITAS PENGGUNAAN APLIKASI “TIGRAM” (TIK TOK dan INSTAGRAM) SEBAGAI BENTUK REAL CULTURE BAGI KALANGAN SISWA di MAN 1 PASURUAN

Latar Belakang 


Perkembangan dan kemudahan dalam mengakses teknologi komunikasi dan informasi berdampak pada bertambahnya jumlah pengguna media sosial.Media sosial saat ini telah menjadi pilihan paling popular dalam melakukan komunikasi, terutama bagi mahasiswa. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan bahwa konten internet yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah media sosial. Pengguna media sosial aktif di Indonesia mencapai persentase sebesar 87,13 % pada tahun 2017 dengan komposisi sebesar 79,23% adalah mahasiswa dan pelajar. Pengguna 18-24 tahun menjadi kelompok usia pengguna Instagram paling besar di Indonesia,
Media sosial merupakan Salah Satu Teknologi yang memiliki pengaruh penting dalam kehidupan terlebih di era digital seperti ini hampir semua pekerjaan sehari-hari bergantung pada teknologi. Tidak diragukan lagi terutama masalah media sosial yang kerap sekali diperbincangkan seperti adanya 2 Aplikasi yang sangat viral dikalangan penduduk mancanegara, terlebih di Indonesia. Di masa pandemi seperti ini banyak ditemukan kasus demand tik tok dan scroll Instagram nahhh debut Saja Aplikasi TIGRAM (tik- tok dan Instagram ) banyak sekali beredar vidio tersebut yang menjadikan banyak sekali pemuda pemudi Bangsa yang menggunakan dua Aplikasi tersebut.Sehingga munculnya real culture yang disebabkan oleh adanya kecanduan dari penggunaan media social. Kecanduan “Tikgram” dapat memberikan dampak negatif bagi pengguna Diantaranya yaitu pengguna akan lebih merasa nyaman dengan sibuk pada aplikasi tersebut bahkan menyebabkan kurangnya interaksi dengan orang lain bukan hanya itu
Jika terlalu asyik mengakses “Tikgram” memicu adanya cyber-bullying,depresi, serta menjadikan individu malas belajar.budaya seperti itulah apabila tidak dicegah maka akan mengakibatkan dampak negative kedepannya.
Di man 1 Pasuruan kerap sekali ditemui anak-anak yang masih banyak menggunakan “tigram” bahkan ketika waktu istirahat maupun jamkos yang dilakukan oleh kebanyakan dari mereka adalah scroll Instagram, scroll tik-tok bahkan sampai membuat konten di tiktok, Hal inilah yang memulai memicu adanya kecanduan. Dimulai dari kebiasaan yang buruk yang kerap dilakukan maka akan muncul adanya budaya baru yang tidak baik dikalangan kita. Kedua Aplikasi tersebut sebenarnya membuka peluang kita untuk melek terhadap perkembangan
informasi duania luar karena banyak sekali dari beberapa aplikasi di media social informasi mengenai perkembangan dunia baik dalam negeri maupun negeri.
Tujuan dari problem solving intensitas penggunaan aplikasi “tigram” ini berguna untuk memecahkan masalah yang kerap terjadi dikalangan pelajar khusunya pelajar di man 1 Pasuruan agar tidak menimbulkan dampak buruk kedepannya, sehingga adanya upaya pencegahan yang nantinya bisa berguna bagi kalangan remaja terutama bagi siswa man 1 Pasuruan.
Sebab Jika tidak ada upaya pencegahan maka akan bisa menimbulkan dampak yang berkepanjangan baik di bidang soaial, budaya, dan psikologi serta hilangnya nilai moral dikalangan remaja di masa seperti sekarang ini.
Adanya problem solving tersebut maka.bagaimana cara kita untuk mencegah intensitas penggunaan aplikasi “tigram” dikalangan remaja terutama bagi siswa man 1 Pasurun ? Serta bagaimana upaya penenganan bagi siswa yang kerap berlebihan dalam menggunakan dua aplikasi tersebut agar tidak terjadi real culture? Dalam Hal ini peneliti tertarik untuk melakukan riset mengenai “Problem Solving Intensitas Penggunaan Aplikasi “Tigram” (Tik Tok Dan Instagram) Sebagai Bentuk Real Culture Bagi Kalangan Siswa Di Man 1 Pasuruan”.





FULL PDF gayyys CONTOH KTI

Transformasi Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi Dengan Menggunakan Glearning (Google Meet and E-Learning) di MA Negeri 1 Pasuruan

1. Latar Belakang



Semenjak Virus Corona menyebar di kawasan Indonesia, Kementerian Pendidikan membuat aturan baru. Hal tersebut dilakukan agar dapat memotong mata rantai penyebaran Virus Corona. Aturan baru ini mencakup tentang sistem pembelajaran dengan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring. Sayangnya, banyak dari lembaga pendidikan yang baru saja menerapkan sistem pembelajaran tersebut. Sehingga banyak terjadi kendala yang dirasakan saat pembelajaran daring.
Peserta didik merasakan bahwasanya pembelajaran daring kurang efektif dibandingkan dengan pembelajaran formal. Para Pengajar juga mengalami kendala karena pengajar dan peserta didik tidak dapat berkomunikasi secara spontan sehingga pengajar tidak dapat memaksimalkan kegiatan belajar mengajarnya.
Berdasarkan uraian tersebut, peneliti menfokuskan pada adanya perkembangan dunia pendidikan bagi siswa MA Negeri 1 Pasuruan yang menggunakan pembelajaran daring menggunakan E-learning dan Google Meet sebagai sarana aplikasi pembelajaran daring.
Oleh karena itu, penulis tertarik ingin meneliti “Transformasi Media Pembelajaran di Masa Pandemi Melalui Blended Learning Dengan Menggunakan Aplikasi E-Learning Madrasah di Ma Negeri 1 Pasuruan’’



Full PDF gayyys disini LOMBA KTI SMANBA

CONTOH PROPOSAL PENGAJUAN PERIZINAN KEGIATAN

KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat memberikan masukan untuk pengajuan permohonan kami terkait “kegiatan bedah Buku Tahun Ajaran Baru 2022-2023” dengan judul buku Pelangi Kehidupan Seorang Rita karya Rita Nurfida- S.Pd., Intan Nur Fauziah, Aisyah Ziyan F., dan Madikha Auliyaul K. pengajuan permohonan surat izin untuk acara tersebut yang akan dilaksanakan berhubungan dengan agenda Masa Ta’aruf Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan tahun priode 2022-2023 Sebagai penggerak motivasi terutama di bidang literasi dengan cara berkarya melalui berbagai karya tulis. bukan hanya itu kegiatan Bedah Buku ini dihadapkan mampu mendobrak semangat siswa dan siswi yang ada di man 1 Pasuruan ini, Dengan adanya program bedah buku dengan judul buku "Pelangi Kehidupan Seorang Rita" kami berharap untuk segera ditindaklanjuti dengan memberikan Surat perizinan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, semoga dengan pengajuan permohonan surat izin ini nantinya mampu memberikan dampak yang besar bagi perkembangan Literasi di Man 1 Pasuruan. Demikian kami ucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya




CONTOH TUGAS PROPOSAL KEGIATAN SEKOLAH

1. Latar Belakang
Sudah sekitar 28 tahun MAN 1 PASURUAN mengabdikan diri di bidang pendidikan bukan hanya itu hampir banyak perjuangan mulai Dari awal didirikannya Madrasah Aliyah yang Ada di Bangil Sampai detik ini, Hal ini merupakan apresiasi yang besar Sampai saat ini Man 1 Bangil memperoleh predikat Akreditasi A serta bagian Dari Madrasah yang maju di provinsi Jawa Timur. Kali ini mencapai Milad Man 1 Bangil yang ke-28 dengan itu di bentuk proposal kegiatan Milad dengan tujuan untuk menjaga dan mengatur berapa kegiatan yang nantinya di laksanakan untuk memeriahkan Hari Ulan Tahun madrasah. Kegiatan tersebut di dasari sebagian bentuk syukur kepada Allah SWT Karena Sampai saat ini banyak prestasi yang di capai Hingga banyak penghargaan yang telah diberikan kepada Madrasah kita.
    



Full PDF di sini ya

Selasa, 07 Juni 2022

IMPLEMENTASI USO-ICT BASIC TCRT (TEACH, LEARN, AND BE TAUGHT) SEBAGAI UPAYA SISTEM EDUKASI DI DAERAH 3T (TERDEPAN, TERPENCIL DAN TERTINGGAL).

Karya Ilmiah Remaja.

IMPLEMENTASI USO-ICT BASIC TCRT (TEACH, LEARN, AND BE TAUGHT) SEBAGAI UPAYA SISTEM EDUKASI DI DAERAH 3T (TERDEPAN, TERPENCIL DAN TERTINGGAL).

ABSTRAK

IMPLEMENTASI USO-ICT BASIC TCRT (TEACH, LEARN, AND BE TAUGHT) SEBAGAI UPAYA SISTEM EDUKASI DI DAERAH 3T (TERDEPAN, TERPENCIL DAN TERTINGGAL).

 Aisyah Ziyan Faradis1 , MAN 1 Pasuruan, aisyahziyanfaradis@gmail.com Intan Nur Fauziah Saputri2 , MAN 1 Pasuruan, intannurfauziah2@gmail.com Bukhori Mustofa, S.Pd, MAN 1 Pasuruan, bukhorimustofa647@gmail.com 

Daerah 3T merupakan daerah berkondisi kekurangan ICT. Kondisi tersebut menjadikan setiap individu malas untuk menerima perkembangan IT. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan peningkatan kualitas SDM. Tujuan penulisan gagasan visioner ini untuk memecahkan permasalahan edukasi yang terjadi di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) dengan mendayagunakan ICT (Information and Communication Technology) yang dianggap sebagai titik terang proses pembelajaran seiring pasca pandemi. Problematika pandemi secara tidak langsung memberikan inspirasi terhadap pendidikan di Indonesia. Alasannya pembelajaran daring mengakibatkan kualitas edukasi di setiap daerah merata. Adanya keterkaitan ini penulis menggagas suatu ide mengenai implementasi edukasi dengan strategi USO-ICT (Universal Service Obligation-Information and Communication Technology). USO-ICT merupakan strategi pemanfaatan kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan universal di bidang telekomunikasi dan informatika. Pemanfaatan kewajiban pemerintah yang dimaksud adalah memfasilitasi perangkat ICT berupa software dan hardware, seperti jaringan, gawai, komputer, laptop, ataupun lainnya, sehingga penyebaran teknologi dapat merata. USO-ICT dijalankan dengan basic TCRT (Teach, Learn, and be Taught). TCRT yang dimaksud adalah penerapan sistem edukasi dengan metode mengajar, belajar, dan diajar. Metode yang dimaksud adalah pendidik mengajarkan penerapan ICT-USO dengan memberikan materi dasar, kemudian tiap individu dapat belajar dari materi yang diberikan, dan terakhir terdapat penilaian berbasis uji praktik untuk mengukur kemampuan IT. Adapun basic TCRT yaitu dengan cara mendatangkan komunitas relawan seperti mahasiswa, guru, dan dosen yang memiliki kemampuan TIK. Penerapan TCRT ini melalui proses seleksi dari pihak pemerintah (kemendikbudristek) untuk menemukan pendidik yang unggul. Strategi USO-ICT basic TCRT sejalan dengan program kampus merdeka sebab pendidik dari berbagai jenjang dapat berkreasi untuk mengajarkan dan menciptakan teknologi di daerah 3T. Implementasi USOICT basic TCRT dapat menjadikan pelajar dan masyarakat di daerah 3T ‘melek teknologi’ sehingga diharapkan mampu menciptakan teknologi IT seperti website, aplikasi, dan lainnya. Adanya gagasan ini dapat memberikan kontribusi pada sistem edukasi di masa pandemi maupun pasca pandemi. 

Kata Kunci : Implementasi, USO-ICT, TCRT, Sistem Edukasi, 3T.


TERIMA KASIH..
SEMOGA BERMANFA`AT....

Senin, 06 Juni 2022

Puisi Sendu





Kala hati mulai menepi
Membungkam membajak ungkapan isi hati
Yang kini mulai terisi kembali 
Sebatas sendu yang selama ini kujalani
Sebatas angan yang selama ini aku teguhkan
Hingga membawaku pada serangkaian nestapa  
Setiap bait Demi bait
Mempunyai cerita 
Dipenghujung senjanya
Dunia memang tak berhak kita genggam 
Tapi dunia punya janji
Untuk mempertemukan dua hati 
Yang sudah menjadi taqdir tertulis dizaman ajali



Bangil,06 Juni 2022

Minggu, 05 Juni 2022

Peran Generasi.Milenial dalam Pengembangan Era New Normal di Bidang Pendidikan// Esai lomba UM 2021

Era New Normal adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, politik, sosial, dan, ekonomi. Negara Indonesia kini menerapkan Era New Normal dengan menetapkan aturan terkait penerapan kebijakan Era New Normal.





Latar belakang


Masyarakat diharapkan mengikuti aturan pemerintah dengan menerapkan protokol Kesehatan. Tujuan sebenarnya pemerintah menerapkan era New Normal agar masyarakat terbiasa melakukan kegiatan selama pandemi berlangsung kebiasaan seperti bekerja dan belajar denhan menerapkan Protokol Kesehatan. New Normal terdiri dari 2 kata yang memiliki arti “New” artinya baru dan “Normal” berarti normal, jadi New Normal adalah kenormalan baru. Pelaku dalam pengembangan potensi Era New Normal yakni generasi milenial.
Generasi milineal adalah generasi penerus bangsa sebagai wadah pengembangan suatu bangsa dan negara karena negara akan maju dan berkembang tergantung pada generasinya. karena generasi tokoh utama yang menjadikan negara menuju yang lebih baik kedepannya. Generasi milineal sebutan bagi pemuda di era revolusi 4.0 samapai 5.0 terlebih di Era bonus demografi sekitar tahun 2025.peran penting generasi milenial sangat dibutuhkan terlebih di bidang Pendidikan.
Selama pandemi Covid-19 pendidikan mengalami penurunan terutama saat adanya kebijakan yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dengan menerapkan pembelajaran daring (Dalam Jaringan) banyaknya keluhan siswa dalam memahami pelajaran, adanya hambatan serta rasa malu ketika ingin bertanya kepada gurunya hal ini terbukti Ketika saya mengalami sendiri akan dampak dari diterapkannya pembelajaran salah satu contohnya Ketika hendak mengakses aplikasi pendukung kegiatan pembelajaran namu, terdapat kendala sinyal yang susah terhubung sehingga saya tertinggal dalam pembelajaran bagaimana mungkin jika saya sendiri mengalami pastinya di luar sana banyak yang mengalami hal-hal kecil penghambat kegiatan belajar mengajar secara daring. Di era pandemi Covid-19 Pendidikan yang berkualitas sangat dibutuhkan terlebih dalam masalah teknologi karena pada masa pandemi Covid-19 semua bergantung pada teknologi canggih. Kita sebagai generasi milenial penerus bangsa harus siap menghadapi tantangan dan hambatan dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Era New Normal dengan cara menuangkan kreativitas dan inovasi di bidang apapun seperti mengikuti olimpiade atau beberapa lomba yang diadakan oleh Kementrian Agama atau universitas-universitas secara online.




Full PDF gayyys disini 

Lomba MA RISET 2021 _ MODERASI BERAGAMA

MODERASI BERAGAMA SEBAGAI UPAYA MENJAGA KERUKUNAN MASYARAKAT TERHADAP BUDAYA MULTIKULTURAL DI KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN


Latar Belakang Masalah 




Pengukuhan moderasi beragama saat ini di Indonesia sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Moderasi beragama adalah sebuah cara pandang atau suatu sikap dan perilaku untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak berlebih-lebihan atau ekstrem, baik ekstrem kanan maupun eksrem kiri. Hal itu dikarenakan fakta Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam agama, suku, bahasa, dan budaya. Kemajemukan tersebut dapat dibuktikan di daerah Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan adalah salah satu wilayah yang berada di dataran tinggi pegunungan Bromo.
Agama di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan meliputi agama Islam, Hindu, dan Kristen. Suku di sana biasa dikenal dengan suku Tengger. Suku Tengger ini meliputi 4 Kabupaten, diantaranya Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Malang. Bahasa yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-harinya yaitu bahasa Jawa Tengger. Sedangkan, budaya di sana terkenal sangat banyak dan dilakukan secara turun-temurun. Salah satunya adalah Festival Bromo, dinamakan Festival Bromo, karena semuanya berasal dari masyaralat di Lereng Gunung Bromo. Festival tersebut menampilkan seluruh budaya warga Tosari seperti jaranan, reog, baleganjur, hingga kesenian tradisional lainnya. Dengan berbagai macam akan budaya disana, sehingga dikatakan budaya multikultural.
Berdasarkan hasil wawancara dengan penyuluh agama di kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan menujukkan, bahwa Kecamatan Tosari pernah mengikuti lomba kerukunan antar umat beragama dan mendapatkan juara 1 se-Provinsi Jawa Timur sebagai desa yang rukun dalam beragama. Selain itu, penyuluh agama menyampaikan upaya yang dilakukan masyarakat di sana dalam menjaga kerukunan umat beragama tidak lepas dari faktor adat. Adat tersebut dikenal istilah adat Karo.
Kegiatan adat Karo ini, diantaranya silaturahim antara rumah satu dengan rumah lain atau yang biasa disebut saling berkunjung. Dalam agama Islam, dikenal dengan saling silaturahim. Masyarakat disana tidak memandang pangkat dan jabatan, dan tidak pula memandang agama yang dianutnya, melainkan menerapkan sikap saling bijaksana dan saling silaturahim di acara Karo tersebut.
Harapannya, dengan berbagai kemajemukan tersebut, moderasi beragamalah yang dijadikan kunci sebagai upaya menjaga kerukunan masyarakat umat beragama. Berdasarkan kondisi di lapangan dan untuk mewujudkan sikap moderat dalam beragama demi terciptanya kerukunan masyarakat terhadap budaya multikultural yang ada. Peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul “Moderasi Beragama Sebagai Upaya Menjaga Kerukunan Masyarakat Terhadap Budaya Multikultural Di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan”.




Lomba Karya Tulis Ilmiah// APOTEMA

IMPLEMENTASI TABEL BARU NC2 (NOMINAL CREATION CALCULATION) TERHADAP MUAMALAH MENGENAI ZAKAT PROFESI




ABSTRAK

Implementasi Tabel Baru NC2 (Nominal Creation Calculation) Terhadap Muamalah Mengenai Zakat Profesi

                 
NC2 (Nominal Creation Calculation) adalah sebuah tabel perhitungan pembuatan nominal yang digunakan untuk mempermudah perhitungan zakat profesi. Pembuatan Tabel NC2 dilatarbelakangi karena adanya kendala yang dialami oleh masyarakat terutama kalangan yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan gawai saat akan mengeluarkan zakat profesi. Penulis membuat tabel baru NC2 untuk mencari hubungan antara hutang dan besarnya gaji seseorang ketika mengeluarkan zakat profesi. Tabel NC² menampilkan variabel penghasilan bersih sebagai inputan. Variabel tersebut digunakan untuk menghitung zakat profesi sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan, kemudian bagian output menampilkan besarnya zakat yang akan dibayarkan. Meskipun beberapa aplikasi dapat menjadi penunjang untuk pengeluaran zakat, namun penulis menawarkan cara yang paling mudah tanpa harus mengunduh sebuah aplikasi. Dengan munculnya permasalahan tersebut, penelitian difokuskan pada pencarian format tabel yang tepat sebagai sarana mempermudah perhitungan zakat profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tabel NC2 dapat dijadikan alternatif perhitungan zakat profesi dengan cara sederhana dan akurat. Harapan penulis dengan mengimplementasikan tabel tersebut untuk muamalah menjadi lebih memudahkan masyarakat dikalangan lansia yang kurang memahami kemajuan teknologi aplikasi perhitungan zakat.
Kata Kunci: Tabel NC2, Muammalah, Zakat Profesi




Full PDF disini ya✨PDF LOMBA APOTEMA

Contoh CV Biodata Pemateri

                      BIODATA PEMATERI Guna pengajuan Menjadi Pemateri Guepedia Nama. : Intan Nur Fauziah Saputri NIP. ...